Jum’at, 28 Oktober 2011 – Alhamdulillah, kembali seperti biasa saya melaksanakan shalat Jum’at berjama’ah di masjid dekat kantor. Kali ini khu’bah yang disampaikan sang khotib terasa dalam sekali, betapa tidak karena yang diuraikan mas’alah kehidupan kaum muslim sehari-hari. Inilah sepenggal pesan-pesan sang khotib …
“Saudaraku, yang dirahmati Allah SWT … KTP, SIM dan identitas lain selalu kita bawa, telepon seluler tidak pernah ketinggalan bahkan 2 sampai 3 telepon, puluhan halaman koran kita baca, ribuan detik tiap hari kita berada didepan tivi, ratusan menit kita ikhlaskan bicara via telpon genggam terkadang untuk hal yang kurang penting. Bahkan telinga kita dengan setia mendengar musik yang acap melalaikan ..”
Kata-kata sang khotib menghunjam dalam – kurang satu lagi pak khotib – berapa lama para blogers seperti saya ini – duduk didepan layar monitot untuk online – hati saya ikut berbisik. 
“Oleh sebab itu (khotbah masih berlanjut) … marilah kita berusaha menyeimbangkan pola kegiatan harian kita. Bukankah al-Qur’an kelak kita harapkan menjadi pembela saat kita berhadapan di Mahkamah Yang Maha Adil? Mari luangkan agak 10 menit membaca dan menelaah al-Qur’an, dari 1440 menit sehari yang Allah anugerahhhhan”.

Mendengar ini - hati saya semakin terhenyak – begitu jugakah hati para jemaah lain? Insya Allah!
“Sediakan sebuah al-Qur’an dan terjemah di meja kerja Anda, dimanapun. Jadikan sebagai ‘pembuka langkah dalam menjalani ‘aktifitas hari itu. Jadikan pula sebagai media perekat silatirahim dalam keluarga, ‘paling baik lagi dengan cara bergiliran tiap hari membaca ayat al-Qur’an dan Hadist serta membuka terjemahannya. Si buah hati Anda kelak akan terbiasa dengan Hadist dan membuka terjemah al-Qur’an. Keluarga Sakinah Mawaddah, Warahma, Insya Allah di depan mata. Aamiin”.
Demikian khotbah khotib Jum’at itu.
***
Jum’at hari itu saya merenung dalam … bagaimana menurutmu sobat?!
^o0o^
~sumber : Sabila Akhbar Press -
Distributor Informasi Islam – Jakarta.
Jakarta, 29 Oktober 2011
^0o0^
0.000000
0.000000